Rabu, 16 Desember 2015

This Is Management

Apa yang kau pikirkan tentang manajemen?


Perkuliahan di manajemen itu santai dan gampang. Kenyataannya, tidak semudah itu dan tidak seindah itu. Tapi tetap saja itu masuk kedalam hal-hal yang menyenangkan.
Passion bagis setiap orang sangat penting. Juga berbeda-beda. Manajemen bukanlah passionku. Percayalah. Passionku adalah music dan bercerita. Ternyata, manajemen juga membutuhkan passion ku. Bagaimana tidak, di dalam manajemen kau harus berani berpendapat. 

Berpendapat tentang hal yang tidak penting itu mudah. Tapi berpendapat tentang bagaimana cara memulai usaha, mengatasi inflasi, trade off yang menguntungkan, hingga prospek yang cerah di dunia bisnis bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan banyak pengetahuan dan diksi yang tepat untuk mengatakannya.

Manajemen mengajarkan banyak hal. Mempelajari tentang kehidupan adalah hal yang paling kusukai. Dan manajemen mengajariku tentang itu. Manajemen member tahuku bahwa apa yang selama ini dikesmpingkan, yang selama ini diabaikan, bisa membawa prospek cerah pada kehidupan kita.

BISNIS. Yakinlah bahwa kata inilah yang muncul di kepala kita saat berbicara tentang manajemen. Padahal kenyataannya manajemen bukan hanya tentang itu. Manajemen adalah segalanya yang berhubungan dengan mengendalikan. Dan ketahuilah bahwa disetipa langkah kita, perlu yang namanya pengendalian. Bukan hanya pengendalian pekerja, pengendalian social dan lain-lain.

Pengendalian etika juga termasuk didalamnya. Bagaimana cara kita menghadapi orang lain baik yang posisinya lebih tinggi disbanding kita maupun yang posisi nya lebih rendah disbanding kita. Termasuk bagaimana cara kita mengendalikan emosi yang berlebihan. Dan manajemen team juga hal yang sepertinya ditekankan disini.

Ada yang namanya mata kuliah PPB yang mengharuskan kita membuat kelompok, produk, dan menjualnya dengan omzet tertentu. Dan kerjasama team merupakan hal yang paling susah disini. Menyatukan banyak pikiran menjadi satu tidaklah mudah. Terkadang kita sendiri tidak sadar ketika ego kita mengalahkan segalanya. Namun sedikit dari mereka yang mau mengakui hal ini. 

Manajemen juga mengajarkan bagaimana kita menyelesaikan masalah yang muncul dengan sikap yang tenang dan percaya diri. Manajemen tidak memperbolehkan kita untuk panik. Karena panik akan menghacurkan semuanya. Jadi manajemen mengatakan bahwa selesaikanlah masalahmu dengan kepala dingin dan dengan hati yang tenang.

Intinya, manajemen adalah segalanya. Bagaimana cara kita mengatasi masalah, mengendalikan diri, hingga mengendalikan segala hal yang ada di sekitar hingga nantinya akan menjadi hal yang berguna bagi banyak orang.

This is management. My department, my passion, my world, my success, but it not only mine. It can be yours. How is it? Only in one University you can get all of management’s secret. So, come and join us at management UISI.

The Day Before (Eps 2)



“Zoey kau tidak sekolah? Kau ingin mati?”
“Diam dan enyahlah dari rumahku!” sahutnya dengan lantang.
“Kau ingin mengusir Bibimu sendiri?”
            Ia hanya ingin ketenangan dan kebahagiaan satu hari saja, hanya satu hari. Tunggu, kebahagiaan? Ia bahkan sudah lupa caranya tersenyum dan ia ingin kebahagiaan? Sadarlah Zoey, atau kau akan terluka. Gumamnya. Tapi ia menyerah pada ketangguhan Bibinya dan keluar kamar.
“Bibi mengapa aku tidak diizinkan membolos?” sungutnya dan berjalan ke sofa ruang tengah.
“Orang tuamu menitipkanmu padaku untuk menjadikanmu anak yang baik. Anak yang pintar. Mau sampai kapan kau seperti ini Nak?” tanya Bibinya dan membelai lembut kepala keponakannya itu.
“Aku akan bersiap-siap,” ia beranjak pergi dan bersiap-siap ke sekolah.
“Anak itu benar-benar telah berubah,” gumam Bibi dengan menggeleng-gelengkan kepala perlahan.
            Pagi ini tidak indah. Astaga, kapan ia bisa merasakan hari-hari yang indah lagi. Bila saja ia bisa memutar waktu, bisakah ia terus bahagia? Apakah Tuhan akan mengizinkan ia tetap tersenyum? Tidak bisakah ia memutar waktu meski hanya sekali? Meski hanya sebentar saja.
“Selamat pagi gadis pintar”
Ia menoleh ke belakang melihat seseorang yang sudah sangat dikenalnya, menutup matanya sejenak dan menarik napas panjang. “Hai,” balasnya singkat.
Darla tersenyum masam. “Pagi-pagi begini aku justru mendapat sambutan dingin seperti itu.”
Zoey menoleh dan memandangi sahabatnya itu sejenak. “Kau mau sambutan yang bagaimana lagi?” tanyanya datar.
Tiba-tiba Darla berhenti tepat di depannya dan berseru. “Kau! Sampai kapan kau mau seperti ini? Tidak tahukah kau kalau aku merindukanmu yang dulu?” kata-kata itu muncul begitu saja. Sesaat kemudian ia menyadari suaranya terlalu tinggi. “Maafkan aku. Mungkin aku memang berlebihan jadi, lupakan saja.”
Zoey menatap sepatunya dan mengutuk dalam hati. “Baiklah aku mengaku salah. Maafkan aku. Lalu kau mau aku harus bagaimana? Hidupku sudah tidak sama lagi, kau tahu itu teman.”
“Hanya karena hidupmu tidak sama lagi bukan berarti kau bisa berubah semaumu sendiri kan?” sahutnya ketus.
Zoey mendecakkan lidah dengan pelan lalu menurunkan nada biacaranya. “Tidak mudah hidup normal dengan keadaan yang tidak normal. Tidak mudah tersenyum saat mengingat kau telah kehilangan orang-orang yang kau sayang. Aku mohon mengertilah Darla.”
Darla menghampirinya dan memeluknya. “Kau masih memiliki aku, kita akan menjalani hidup normal bersama-sama. Kita.”
            Darla dalah sahabatnya sejak kecil. Mereka selalu bersama sejak SD. Orang tua Darla bekerja di sebuah industri ternama di California. Darla sangat menyukai music. Ia bisa bermain piano, gitar, biola, harpa, dan flute. Hidupnya dipertaruhkan untuk music. Ia bahkan bercita-cita menjadi pemusik ternama.
“Murid-murid, hari ini kita akan mendapatkan teman baru. Seorang anak lelaki yang sangat baik dan ramah. Mari kita sambut dengan baik, Davin.”
Seorang anak lelaki memasuki ruang kelas dengan wajah berseri. “Selamat pagi, perkenalkan aku Davin Hariston. Kalian bisa memanggilku Dave. Sudah lama aku tidak kembali ke Amerika. Tapi, aku masih memiliki sedikit memori disini. Itu semua karena aku telah lama tinggal di Inggris. Sekian perkenalanku.” Kemudian ia mlihat kearah Zoey, matanya melebar namun sedetik kemudian ia tersenyum.

Rabu, 09 Desember 2015

The Day Before (eps1)

Kertas ini sudah ada ditanganku.
Lalu aku harus apa? Menulis jawabannya? Bagaimana ini?

10 menit kemudian

"Kau sudah selesai mengerjakannya?"
"Sudah Bu"
"Cepat sekali. Nilaimu bukan hanya selalu baik, tapi kau juga menyelesaikannya degan sangat cepat. Bagus sekali"
"Anda tidak usah berlebihan Bu. Saya hanya berusaha sesuai kemampuan saya. Saya permisi dulu, selamat siang Bu"

Dia adalah Zoey. Usia 16 tahun. Baru saja memasuki tahun pertama di SMA nya. Kehidupannya sudah berubah. Sungguh, ia tau itu. Ia benar-benar tau. 

"Zoey!"
Saat ia menoleh kebelakang tampak sosok yang sudah sangat akrab baginya, Darla.
"Kau? Sedang apa berkeliaran di koridor sekolah?"
"Hei, enak saja. Siapa yang berkeliaran. Aku baru saja dari kamar mandi. Justru kulihat kau yang sedang berkeliaran," matanya mengarah pada tas ransel temannya itu.
"Aku? Aku tidak berkeliaran. Aku mau pulang. Sudah ya, aku duluan"
"Hei tunggu! Kau sudah selesai mengerjakan ulangan? Ini bahkan belum 15 menit berlalu. Kau gila?"
"Aku lelah, kita bicarakan saja hal ini besok. Daaah"
"Anak itu benar-benar telah berubah", ia tersenyum sejenak dan kembali ke dalam kelas.
***
Hari ini langit sangat cerah. Matehari boleh saja bergembira sesuka hatinya. Karena hari ini, ia Zoey Clanders juga merasa sangat bahagia.Hari ini, hari ulang tahunnya. Dan hari ini juga, Ayahnya yang telah lama bekerja di Jepang akan kembali ke Indonesia.
“Mama, aku pulang!”
“Iya. Kemarilah Zoey, mama ada di taman belakang,” sahut Mamanya dari jauh.
“Papa akan pulang hari ini kan? Jam berapa Papa tiba? Tidak malam kan? Aku bisa menunggunya kan Mama?”
“Kau bisa bertanya satu persatu kan?” Dengan tersenyum lalu masuk ke dalam rumah.
“Aku kan sudah tidak sabar bertemu Papa,” gerutunya dan mengikuti Mama masuk.
“Kita akan menunggu kabar dari Papa. Tenang saja dan bersabarlah. Ngomong-ngomong, bagaimana hari pertamamu di SMP?,” sambil berjalan menuju sofa dan menepuk tempat kosong disebelahnya.
Berjalan ke arah Mama nya dengan wajah cemberut .“Masih terasa seperti berada di SD. Seperti anak-anak. kapan kami akan diperlakukan seperti orang dewasa.”
Mama menoleh dan tertawa. “Kau akan merasakannya suatu saat nanti. Apa kegiatanmu setelah ini?”
“Emm menunggu Papa, menunggu Papa, dan menunggu Papa,” Zoey tersenyum jahil dan lari ke kamar.
Mama hanya bisa mengeleng-gelengkan kepaa sambil tersenyum dan berpikir kapan anak perempuannya itu akan bertingkah dewasa.
“Mama, aku sudah menunggu di kamar dengan belajar dan menonton film sebanyak mungkin. Tapi mengapa sampai selarut ini Papa belum juga pulang? Memang jam berapa penerbangannya?”
Mama tampaknya melamun sampai ia tak menyadari kehadiran Zoey disebelahnya. Dan tanpa sengaja, Zoey melihat acara televisi yang dilihat Mamanya. Sebuah pesawat dengan destinasi Jepang-Indonesia telah kehilangan kontak. Pihak bandara sudah mencoba menghubungi tapi masih tidak ada sinyal yang tertangkap.
“Mama! Hari ini ulang tahunku. Papa tidak boleh meninggalkanku. Tidak boleh meninggalkan kita. Nanti siapa yang akan menceritakanku tentang kisah-kisah lagi? Mama, aku harus bagaimana? Aku harus apa mama?” ia jatuh terduduk di lantai dan tidak bisa mengendalikan diri dan air matanya. Ia menyerah, ia tidak bisa menghadapi ini.
“Kita hanya harus bisa menerima. Hanya menerima. Menerima.”
Hari itu, di hari ulang tahunnya yang ke 13 separuh dari dunianya telah hancur. Ia kehilangan Papa yang dicintainya, disayanginya, yang paling sabar menghadapinya.
***
            Ia bersumpah pagi ini ia tidak akan bangun dan tidak akan masuk sekolah. Mungkin ia akan menulis surat izin palsu. Ya, itu ide yang bagus. Maka ia pun menutupkan lagi selimutnya dan memejamkan matanya.

Senin, 12 Oktober 2015

Champs Day 5


Champs Day 5
            Jujur saya tidak banyak mengetahui tentang budaya Kota Gresik karena saya memang berasal dari Surabaya. Tapi setelah saya mencari-cari referensi di internet, sepertinya sedikit banyak saya sudah mulai tahu. Salah satunya adalah damar kurung yang menjadi PR buat kami kemarin. Damar kurung memiliki alur cerita yang menyambung. Dan gambar yang dibuat pun lucu dan beragam. Tapi, cerita yang dicantumkan di dalamnya juga merupakan budaya Kota Gresik. Diantaranya Malam Selawe. Malam Selawe menjadi sebuah tradisi khas bulan ramadhan di kota Gresik, selain menandakan perburuan lailatul qadar. Malam selawe biasanyahari ke-24 ramadhan yang diadakan di makam Sunan Giri. Tradisi malam selawe atau menjelang hari ke 25 ramadhan bisa dibilang malam puncak ramdhan banyak peziarah yang datang ke Makam Sunan Giri , mulai dari anak kecil, remaja, sampai orang yang tua dan lanjut usia. Mereka tak hanya dtang dari daerah Gresik dan sekitarnya tapi dari peziarah luar daerah, bahkan luar pulau.
Para peziarah berbaur menjadi satu untuk ikhtiar,berdoa, mengaji, dengan harapan mendapat berkah . Selain itu para peziarah juga berharap mendapat malam yang sangat istimewa yang datang hanya sekali dalam setahun, dan orang yang beruntung akan mendapatkannya yakni malam Lailatul Qadar. Harapan itu menjadi suguhan yang utama dibenak para peziarah.
Adanya tradisi Malam Selawe tak diketahui sejak kapan adanya, akan tetapi sudah diwariskan secara turun temurun sejak zaman Sunan Giri. SElain itu menjadi cerita dari mulut-ke mulut sampai sekarang. Selain itu, malam 25 pada bulan ramadhan merupakan saat dimana Kanjeng Sunan Giri bertemu dengan malam Seribu Bulan.
Selain itu banyak pularatusan PKL yang mengais rezeki sepanjang jalan Sunan Giri hingga lokasi makam Sunan Giri. . Mereka rutin datang mengais rezeki pada kegiatan tahunan yang masuk dalam kalender wisata Gresiik berupa festival Malam Selawe.Mereka berjualan pakaian, makanan, khas gresik, jajanan,Asesoris,,dll. Dengan jumlah peziarah yang banyak dan PKL yang membludak disebelah kanan-kiri sepanjang satu kilometer menuju makam Sunan Giri ditutup untuk kendaraan umum . Untuk sampai ke makam kita harus jalan kaki, perlu diingat, semakin malam semakin banyak jumlah peziarah yang datang un tuk peziarah, semakin berdesak-desakan pula.
Agaknya nilai tradisi malam selawe ini mulai bergeser menjadi pasar malam di bulan yang spesial . Tidak hanya sekedar untuk berziarah, malam selawe juga dimanfaatkan oleh kawula muda untuk berpacaran atau sekedar jalan bersama pacar, hal semacam ini sebenarnya tak boleh dilakukan. Semoga kita selalu ingat dan selalu mendapat hidayah dari Allah SWT.

Pasar Bandeng
Satu satu tradisi warisan Walisongo yang hingga kini masih dilestarikan. Yaitu tradisi menggelar Pasar Bandeng di pusat kota Gresik. Tradisi ini pertama kali diadakan oleh Sunan Giri untuk mengangkat perekonomian rakyat setempat.Dua dari sembilanWalisongo penyebar agama islam yang berada di Gresik sangat berpengaruh dalam membangun tatanan budaya masyarakat Gresik. Keduanya adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Raden Paku atau Sunan Giri.Melalui jalan perdagangan, Ainul Yaqin, nama kecil Sunan Giri melakukan da’wah kepada masyarakat. Kala itu, di abad 15 Sunan Giri mulai membantu perekonomian masyarakat dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi. Hingga kini, masyarakat masih melestarikan warisan Suna Giri yaitu dengan membuat dan menjuala kue pudak dan penyelenggaraan pasar bandeng
Tradisi Pasar Bandeng (prepekan cilik dan prepekan gede) Yang diadakan dua hari sebelum Hari Raya Lebaran atau malam 29 ramadhan seharusnya menjadi ajang pengenalan hasil produksi masyarakat Gresik dan untuk menegaskan kembali hubungan erat antara tradisi agama dan ekonomi.
Selama dua hari itu penduduk Gresik yang mempunyai tambak bandeng berlomba-lomba umtuk menjual hasil panen Bandengnya ke Pasar Bandeng ini.Tradisi Pasar Bandeng merupakan persiapan masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Lebaran. Di pasar bandeng tak hanya ikan bandeng yang dijual tidak,ada ikan tambak lain seperti udang, mujair, nila, ikan mas. Selain itu produk yang dihasilkan masyarakat Gresik di pamerkan dan dijual, seperti pakaian anak, kopiah, terompah, sandal, sepatu, ketimang, masakan dan jajanan khas Gresik serta berbagai keperluan lain untuk perayakan Idul Fitri.
Boleh dikatakan tradisi Pasar Bandeng ini merupakan pameran Hasil produksi Gresik . Saling bertukar baran jualan antar pedagang seperti kopiah,sarung, sandal, tang akan digunakan untuk nganyari di area expo apabila hampir usai itulah tradisi masyarakat Gresik dulu.Yang penting Hari Raya bisa memakai barang baru.Bagi masyarakat Gresik aktivitas ini justru tumbuh saling mendukung sebagaimana Sunan Giri dan Nyi Ageng Pinatih mencontohkan perannya sebagai tokoh agama sekaligus sosok pedagang besar. Sebelum acara pasar bandeng biasanya selalu di awali dengan acara MALEM SELAWE (Malam ke 25 bulan Ramadhan) yang dilaksanakan di Situs makam Sunan Giri
Penyelenggaraan Pasar Bandeng oleh Pemerintah Gresik ini selain untuk melestarikan tradisi, juga untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Gresik.Seperti kita ketahui bahwa, Kabupaten Gresik berada di daerah pesisir pantai utara berbatasan dengan Lamongan, dan sebagian wilayah berdekatan dengan Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya.



Minggu, 04 Oktober 2015

Pengabdian Masyarakat



Champs Day 4
            Masyarakat merupakan orang yang berdomisili atau bertempat tinggal tetap di suatu kota, daerah, atau wilayah tertentu. Dan masyaakat memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan wilayahnya. Wilayah yang berkembang dengan pesat pasti didukung dengan keadaan masyarakatnya yang harmonis dan teratur. Sedangkan sebaliknya, kemunduran yang dialami suatu wilayah juga pasti erat hubungannya dengan sifat dan perilaku masyarakatnya. Itulah mengapa, di pertemuan ke empat kali ini kakak-kakak panitia mengusung tema pengabdian masyarakat. Dewasa ini, pengabdian masyarakat sudah sangat menurun. Masyarakat sudah mulai tidak memperhatikan apa yang baik dan apa yang buruk bagi lingkungan sekitar mereka. Mungkin ada yang masih peduli. Namun hanya segelintir orang saja.
            Di kegiatan champs kali ini ada hal yang saya rasa sangat jarang ditemui di ospek-ospek kampus yang lainnya. Yaitu kegiatan membersihkan alun-alun. Bagi beberapa anak mungkin saja hal ini tidak penting, buang-buang waktu, dan memalukan. Mengapa memalukan? Tentu saja, memungut sampah. Siapa yang tidak malu. Tapi mereka yang berpikiran seperti ini salah. Mereka salah besar. Orang yang berpikiran maju kedapan dan luas justru akan melakukan hal-hal yang terkadang kita anggap remeh seperti ini. Sekarang apa memalukannya ketika orang melihat lingkunganmu bersih. Akankah kamu malu? Akankah itu hal yang tidak penting? Bukankah kita justru sering bertanya-tanya dan berdecak kagum ketika kita melihat keadaan Negara tetangga yang sungguh berbeda dari Negara kita? Seharusnya pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat kita sadar bahwa kita melakukan hal yang benar.
            Pengabdian masyarakat sangat diperlukan. Seperti yang sudah saya katakana diawal bahwa masyarakat adalah penentu keadaan suatu wilayah. Mau jadi bagaimanakah wilayah tersebut, akan maju atau hancurkah wilayah tersebut, semua bergantung pada masyarakatnya. Dan siapakah masyarakat itu? Kita. Apa posisi kita sekarang? Mahasiswa. Apa tugas seorang mahasiswa? Memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Menjadi penggerak atau bahkan motivator bagi masyarakat. Sebagai kebanggan yang nantinya bisa membuat kita semua atau bahkan bangsa lain berdecak kagum pada kemajuan bangsa kita.
            Dan bicara mulai pengabdian apa yang bisa kita lakukan sekarang? Seperti observasi yang sudah kami lakukan di alun-alun kemarin bahwa ita perlu merapikan para penjual yang ada di sekitar alun-alun agar mereka bisa berjualan dengan nyaman dan bersaing sehat. Kita juga bisa mengelompokkan penjual makanan ini sesuai jenis makanan yang mereka jual. Contohnya, penjual makanan berat, penjual makanan ringan, dan lain-lain. Kita juga bisa menyewakan stan kepada mereka yang harganya masih bisa mereka jangkau dengan tujuan agara mereka bisa memiiki rasa tanggung jawab terhadap stan mereka masing-masing. Kemudian apa saja yang dapat kita lakukan untuk menertibkan pedagang liar yang ada disana? Yang seenaknya menempati pinggir jalan yang bisa digunakan sebagai fasilitas parkir menjadi tempat jualan? Caranya ada lah dengan berbicara baik-baik dulu dengan mereka. Jika tidak bisa, kita bisa memberika denda yang tidak terlalu memberatkan mereka. Kita bisa mematok denda mulai dari yang paling renda hingga paling tinggi tergantung kesalahan yang mereka buat. Sekian essai yang bisa saya buat tentang pentingnaya pengabdian masyarakat bagi lingkungan sekitar.